Medan-andalas PT Cahaya Bintang Medan Tbk perusahaan yang bergerak di bidang industry mebel akan menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sejumlah 375 juta saham. Besaran saham itu setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, dengan harga Rp160 per saham.

Perseroan beralamat di Kp.Patumbak Jalan Pertahanan No.111 RT 004/RW 006 Ds V Desa Patumbak, Kabupaten Deli Serdang ini menunjuk PT Indocapital Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas selaku Join Lead Underwriter. Perseroan didirikan pada tahun 2012 dan berhasil memproduksi serta menguasai pasar di seluruh Sumatera. Pemegang saham pengendali Perseroan adalah PT Richiwa Sakti Indonesia sebesar 84,67%, sisanya sebesar 15,33% dipegang oleh PT Sinar Makmur Rezeki. 

Suwandi selaku Direktur Utama Perseroan menjelaskan, Indonesia memiliki potensi mengembangkan industri furniture atau mebel. Tidak hanya karena bahan baku melimpah, sumber daya manusia (SDM) terampil, tetapi juga keragaman corak dari budaya lokal yang unik.

“Kebutuhan mebel yang meningkat dari tahun ke tahun menjadikan industri ini cukup potensial untuk pertumbuhan ekonomi nasional melalui pasar ekspor. Pertumbuhan bisnis properti dalam negeri tentu sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan industri mebel,”kata Suwandi.

Suwandi menjelaskan, pasar domestik selalu mengalami pertumbuhan cepat serta diversifikasi juga naik, terutama pada kalangan kelas menengah. Meningkatnya industri perumahan dan populasi perkotaan serta perumahan juga mendukung pertumbuhan pasar mebel.

Lebih lanjut, ia memperkirakan pasar mebel akan meningkat dari tahun ketahun dimana peningkatan pembelian itu akan didorong oleh penguatan pada permintaan atas perumahaan.

Achmad Budijanto, Presiden Direktur PT Indocapital Sekuritas yang merupakan Penjamin Pelaksana Emisi Efek menjabarkan, perseroan mendapat izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 31 Maret 2020.

Selama masa penawaran umum tanggal 3-6 April 2020, saham PT Cahaya Bintang Medan Tbk mendapat minat positif dari para investor, terbukti dengan terserapnya seluruh saham perseroan.

Lebih lanjut, Achmad Budijanto menjelaskan dari aksi korporasi ini, perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp60 miliar dimana 52% dana akan digunakan untuk pembelian mesin produksi yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi. Selebihnya, sebesar 48% dana akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *