PT Cahaya Bintang Medan Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang industri mebel akan menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sebanyak 375.000.000 saham. Pencatatan perdana saham akan dilakukan secara virtual, Kamis (9/4/2020).

Besaran saham setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, dengan harga Rp 160 per saham. Perseroan menunjuk PT Indocapital Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas selaku Join Lead Underwriter.

Perseroan didirikan pada tahun 2012 dan berhasil memproduksi dan menguasai pasar di seluruh Sumatera. Pemegang saham pengendali Perseroan adalah PT Richiwa Sakti Indonesia sebesar 84,67% dan sisanya sebesar 15,33% dipegang oleh PT Sinar Makmur Rezeki.

Direktur Utama (Dirut) Perseroan, Suwandi menjelaskan, Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan industri furniture. Tidak hanya karena bahan baku yang melimpah, sumber daya manusia (SDM) terampil, tetapi juga keragaman corak dari budaya lokal yang unik.

“Kebutuhan furniture yang meningkat dari tahun ke tahun menjadikan industri ini cukup potensial untuk pertumbuhan ekonomi nasional melalui pasar ekspor. Pertumbuhan bisnis properti dalam negeri tentu sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan industri furniture,” sebut Suwandi dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2020).

Dikatakan Suwandi, pasar domestik selalu mengalami pertumbuhan cepat serta diversifikasi juga naik, terutama pada kalangan kelas menengah. Meningkatnya industri perumahan dan meningkatnya populasi perkotaan serta perumahan akan mendukung pertumbuhan pasar furniture.

“Meningkatnya populasi perkotaan yang diikuti dengan meningkatnya sektor properti kita yakini akan mendukung pertumbuhan pasar furniture,” katanya.

Achmad Budijanto, Presiden Direktur PT Indocapital Sekuritas yang merupakan Penjamin Pelaksana Emisi Efek menjabarkan, Perseroan mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 31 Maret 2020.

Selama masa penawaran umum tanggal 3-6 April 2020, saham PT Cahaya Bintang Medan Tbk mendapatkan minat yang positif dari para investor, terbukti dengan terserapnya seluruh saham Perseroan.

“Dari aksi korporasi ini, Perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp 60 miliar, dimana 52% dana tersebut akan digunakan untuk pembelian mesin produksi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selebihnya, sebesar 48% dana akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan,” kata Achmad Budijanto.

PT Cahaya Bintang Medan Tbk yang didirikan pada tahun 2012 adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri mebel, memproduksi perkakas kantor dan rumah tangga dalam skala perdagangan besar dan eceran.

Produk utama Perseroan saat ini adalah mebel indoor dan outdoor untuk rumah dan kantor. Melalui komitmen dan fokus pada Furniture Particle Board Industry, Perseroan telah berkembang menjadi yang terbesar di Sumatera.

Berbekal sumber daya manusia yang handal, pengalaman atas produksi furniture product yang berkelas, dukungan teknologi produksi tercanggih, serta loyalitas dari para konsumen, Perseroan sedang menuju level berikutnya yakni ekspansi untuk menciptakan produk berkelas dunia.

Pada tahun 2019, para pemegang saham PT Cahaya Bintang Medan Tbk menyetujui untuk melakukan peyesuaian anggaran dasar dengan maksud merubah Perseroan menjadi Perusahaan Terbuka, dan melakukan penawaran umum perdana saham.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *