Jakarta, 18 Agustus 2021–Nusantaranewstodays–PT Cahaya Bintang Medan Tbk (“Perseroan”) melaporkan kinerja keuangan tahun 2020, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha tahun 2020 Rp 79,46 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 153,33 miliar. Laba kotor tercatat Rp 25,13 miliar, laba usaha Rp 15,76 miliar. Laba tahun berjalan turun signifikan Rp 7,3 miliar dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 36,96 miliar. Turunnya permintaan dan terbatasnya aktivitas bisnis menjadi faktor signifikan penurunan kinerja Perseroan.

Kapasitas Produksi Sepanjang tahun 2020, kapasitas produksi Perseroan diasumsikan sama dengan tahun sebelumnya sebesar 347.000 unit. Utilisasi mesin turun dari 85,98% dengan output 298.342 unit menjadi 55,65% dengan output 193.072 unit. Penurunan utilisasi mesin terutama disebabkan oleh berkurangnya. permintaan produk furniture.

Kendala yang Dihadapi perseroan menganalisa kendala yang menyebabkan tidak tercapainya target keuangan. Pertama, pandemi di sepanjang tahun 2020 yang berdampak signifikan pada perekonomian dan aktivitas bisnis Perseroan. Kedua, penutupan sementara fasilitas produksi dan pengurangan aktivitas pemasaran akibat pembatasan sosial dalam rangka mendukung pengendalian penyebaran Covid-19. Ketiga, penundaan rencana ekspansi ke luar Sumatera yang semula diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar dan jaringan distribusi serta berkontribusi pada pendapatan Perseroan.

Perbandingan Target dan Realisasi
Kinerja keuangan tahun 2020 berada jauh di bawah target Perseroan yakni tumbuh 20% dibandingkan tahun 2019. Perseroan mencatat laba bersih yang turun signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan produk furniture sebagai dampak pelemahan daya beli masyarakat yang memiliki kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan primer dibandingkan kebutuhan sekunder, dimana furniture termasuk di dalamnya.

Langkah Strategis
Perseroan telah menilai dampak potensial pandemi terhadap bisnis dan operasional perusahaan, termasuk proyeksi finansial dan likuiditasnya. Manajemen menerapkan kebijakan dan langkah strategis antara lain:

  1. Mengoptimalkan belanja modal dan investasi;
  2. Melakukan program penghematan biaya dalam segala aspek operasional.
  3. Menjaga tingkat hutang;
  4. Memanfaatkan teknologi dalam perluasan platform perdagangan ritel daring untuk kategori bisnis dan jaringan ritel modern.

Prospek Usaha
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) memprediksi pada tahun 2021 industri furniture akan kembali normal, sejalan dengan program vaksinasi yang mulai dilaksanakan di berbagai belahan dunia. Pengendalian penyebaran virus dan program vaksinasi menjadi harapan di tengah kondisi yang sangat tidak menentu. Perseroan optimis kinerja akan membaik secara bertahap seiring dengan pemulihan ekonomi global serta potensi pasar domestik yang cukup tinggi dan peluang tersebut dapat dimanfaatkan sejalan dengan pembangunan perumahan, apartemen dan perkantoran.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *