https://www.industry.co.id/read/91424/cahaya-bintang-medan-manfaatkan-platform-digital-untuk-kembangkan-jaringan-ritel-modern

INDUSTRY.co.id – Deli Serdang, Sumut – PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF), emiten Bursa Efek Indonesia yang memproduksi berbagai produk furniture di Sumatera Utara, berencana memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan jaringan ritel modern pada 2021 ini.

Menurut manajemen CBMF dalam siaran pers yang dikutip industry.co.id, Rabu (18/08/2021), langkah tersebut diambil manajemen sebagai solusi untuk menyikapi perubahan dinamika bisnis akibat keterbatasan aktivitas pemasaran sebagai dampak diberlakukannya pembatasan sosial.

Lebih lanjut, menurut siaran pers tersebut, manajemen CBMF akan menerapkan beberapa langkah strategis untuk menerapkan pemasaran secara digital serta melakukan berbagai pengembangan. Langkah-langkah tersebut adalah menerapkan layanan WhatsApp (WA) Center bagi Depo untuk memudahkan komunikasi dan integrasi, serta mengembangkan sosial media Facebook, Instagram dan Linkedln untuk menjalin engangement dengan para pelanggan.

Di samping itu, manajemen CBMF juga akan memanfaatkan teknologi guna memperluas platform perdagangan digital untuk kategori bisnis dan jaringan ritel modern. Manajemen juga akan meningkatkan layanan purna jual dengan garansi perbaikan produk selama 3 bulan.

Seluruh upaya yang bakal dilaksanakan manajemen CBMF tersebut pada 2021 ini merupakan langkah strategis perseroan mengingat Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) memprediksi bahwa industri furniture pada 2021 ini akan kembali normal, sejalan dengan program vaksinasi yang mulai dilaksanakan di berbagai belahan dunia. Menurut HIMKI, pengendalian penyebaran virus dan program vaksinasi menjadi harapan di tengah kondisi yang sangat tidak menentu saat ini.

Karena itu, manajemen CBMF optimistis kinerja usaha perseroan akan membaik secara bertahap seiring dengan pemulihan ekonomi global serta potensi pasar domestik yang cukup tinggi dan peluang tersebut dapat dimanfaatkan sejalan dengan pembangunan perumahan, apartemen dan perkantoran.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia sejak triwulan pertama 2020 telah menekan kinerja usaha berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk CBMF. Pada 2020, pendapatan usaha CBMF tertekan drastis 48,18% menjadi Rp79,46 miliar dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp153,33 miliar.

Penurunan tajam pendapatan CBMF ini disebabkan penurunan permintaan produk-produk furniture. Kondisi itu mengakibatkan penurunan tingkat utilisasi mesin-mesin produksi menjadi 55,65%. Hal itu mengakibatkan volume produksi turun menjadi tinggal 193.072 unit pada 2020. Pada 2019, tingkat utilisasi tersebut mencapai 85,98% sehingga volume produksi perseroan dapat mencapai 298.342 unit. Sementara itu, kapasitas produksi seluruh mesin-mesin produksi perseroan hingga kini tercatat sebanyak 347.000 unit.

Penurunan kinerja usaha CBMF pada 2020 tersebut menyebabkan manajemen perseroan tidak dapat mencapai target keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya. Itu karena pandemi yang terjadi pada 2020 berdampak negatif secara signifikan terhadap perekonomian dan kegiatan bisnis perseroan.

Di samping itu, penurunan tersebut juga diakibatkan penutupan sementara fasilitas produksi dan pengurangan kegiatan pemasaran akibat pembatasan sosial dalam rangka mendukung pengendalian penyebaran Covid-19, serta penundaan rencana ekspansi usaha ke luar Sumatera sehingga tidak dapat meningkatkan pangsa pasar dan jaringan distribusi yang pada akhirnya berkontribusi positif bagi pendapatan perseroan.

Berbagai tekanan kegiatan ekonomi yang terjadi pada 2020 lalu mengakibatkan laba sebelum pajak (Pretax Profit) perseroan turun secara signifikan sebesar 80,25% menjadi tinggal Rp7,3 miliar dibandingkan realisasi pada 2019 sebesar Rp36,96 miliar. Karena itu, berbagai langkah strategis yang telah diuraikan manajemen CBMF di atas diharapkan dapat memperbaiki kinerja usaha dan kinerja keuangan perseroan pada 2020 ini. (Abraham Sihombing)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *