Perusahaan mebel asal Sumatra Utara, PT Cahaya Bintang Medan Tbk. mempertahankan target pertumbuhan 15 persen pada 2020, di tengah pandemi Covid-19 yang telah berdampak ke hampir seluruh sektor usaha.

Bisnis.com, MEDAN – Perusahaan mebel asal Sumatra Utara, PT Cahaya Bintang Medan Tbk. mempertahankan target pertumbuhan 15 persen pada 2020, di tengah pandemi Covid-19 yang telah berdampak ke hampir seluruh sektor usaha.

Sekretaris Perusahaan PT Cahaya Bintang Medan Tbk. Felicia Kweesly mengatakan target pertumbuhan tersebut sama dengan proyeksi penjualan produk furniture di pasar domestik. Sejauh ini emiten bersandi saham CBMF itu, tidak melakukan revisi target pertumbuhan meski wabah corona kian meluas.

So far kita optimis dengan target yang telah ditentukan. Harapannya setelah pandemi, kita bisa mengejar target,” katanya kepada Bisnis, Kamis (28/5/2020).

Perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang ini, akan mengejar target setelah pandemi berakhir. Perseroan menyiapkan strategi usaha seperti memaksimalkan kapasitas mesin, memperluas jaringan distribusi, berinovasi pada produk baru, serta meningkatkan mutu dan kualitas.

Saat ini pasar mebel CBMF masih didominasi oleh toko-toko tradisional. Ke depan, perusahaan akan memasarkan produknya ke luar negeri.

Perusahaan juga akan menambah mesin baru setelah sukses mengantongi dana hasil IPO senilai Rp60 miliar, pada 9 April kemarin. Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 52% digunakan untuk pembelian mesin dan 48% untuk modal kerja terutama pembelian bahan baku.

Namun, rencana pembelian mesin harus tertunda disebabkan adanya pandemi Covid-19. “Realisasi penggunaan dana sesuai dengan yang ditetapkan dalam prospektus yaitu 52% untuk pembelian mesin dan 48% untuk modal kerja. Hanya saja untuk distribusi pembelian mesin sedikit tertunda dikarenakan pandemi,” imbuhnya.

Sebagai informasi,CBMF mencetak penjualan senilai Rp111,84 miliar hingga kuartal III/2019 atau tumbuh 111,59% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini disebabkan oleh peningkatan kuantitas penjualan yang sangat signifikan untuk produk lemari pakaian polos, meja tulis, dan meja belajar.

Adapun, laba bersih yang berhasil dibukukan mencapai Rp18,25 miliar atau tumbuh 118,55% secara tahunan. Selain didorong oleh kuantitas penjualan, kenaikan laba bersih juga dipengaruhi faktor peningkatan efisiensi proses produksi. 


Azizah Nur Alfi 
– Bisnis.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *